MUSI RAWAS – Akses jalan dari wilayah Selangit hingga menembus Jalan Lintas Sumatera (Jalinsu) kini kondisinya sangat memprihatinkan. Aktivitas tambang galian C jenis pasir dan batu (sirtu) yang beroperasi di wilayah tersebut diduga kuat menjadi penyebab utama rusaknya infrastruktur jalan dan polusi lumpur yang mengganggu pengguna jalan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan jalan terlihat masif akibat beban kendaraan pengangkut hasil tambang yang melebihi kapasitas tonase jalan. Tak hanya hancur, kondisi jalan juga berubah menjadi “kubangan” lumpur saat hujan atau licin karena ceceran air bercampur tanah yang jatuh dari bak truk. Ceceran lumpur ini memanjang dari lokasi tambang hingga ke badan Jalan Lintas Sumatera, yang sangat membahayakan keselamatan pengendara, terutama roda dua.
Dugaan Pembiaran dan Penjagaan Ketat Oknum Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa aktivitas pengerukan sirtu ini sudah berlangsung lama dengan menggunakan alat berat jenis ekskavator. Namun, ada tabir gelap yang menyelimuti operasional tambang ini.
Upaya pencarian informasi oleh awak media di lapangan sempat terhambat. Saat mencoba mendekat ke titik lokasi untuk mengambil dokumentasi visual, tim media tidak dapat masuk lebih dalam karena adanya dugaan pengadangan oleh sejumlah oknum yang berperan sebagai penjaga atau preman di sekitar lokasi tambang. Hal ini menimbulkan tanda tanya besar terkait legalitas dan transparansi operasional tambang tersebut.
Pihak Pengelola Bungkam
Terkait keluhan masyarakat dan kerusakan lingkungan yang ditimbulkan, awak media telah mencoba melakukan konfirmasi kepada pemilik kegiatan melalui pesan singkat WhatsApp. Namun, hingga berita ini ditayangkan, pihak pengelola tidak memberikan respons sedikitpun atau terkesan bungkap seribu bahasa.
Masyarakat sekitar dan pengguna jalan berharap pihak terkait, baik Pemerintah Kabupaten Musi Rawas maupun aparat penegak hukum (APH), segera turun tangan melakukan kroscek ke lapangan. Perlu ada tindakan tegas terhadap aktivitas yang merusak fasilitas umum dan mengabaikan keselamatan publik demi keuntungan pribadi. (Tim)






